Seputar Ahmadiyah

6 06 2008

Sebelumnya, tulisan ini hanya saya maksudkan untuk sekedar berbagi info untuk menyampaikan perihal Ahmadiyah yang mungkin tidak diketahui oleh umumnya orang Islam. Tulisan ini tidak untuk membela atau menghukumi Ahmadiyah, karena itu bukan kapasitas saya sebagai orang awam, tetapi tulisan ini sekedar berbagi info tentang bagaimana Ahmadiyah itu?

_
Berikut saya kutipkan sebuah blog yang beralamat:
http://studiislam.wordpress.com/gerakan-ahmadiyah-indonesia/

Hadrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Gerakan Ahmadiyah

Penulis surat selebaran ini diberitahu bahwa ia adalah Mujaddid pada abad ini dan bahwa keluhurannya menyerupai Al Masih Ibnu Maryam. Aku datang untuk menegakkan kebenaran Islam dan untuk eyakinkan manusia akan keidahannya dan untuk memimpin mereka ke arah sumber ajaran Islam. Aku tak membawa syari’at baru, Qur’an Suci adalah Kitab Suci terakhir. kedatanganku adalah untuk mengabdi kepada Islam dan untuk menyiarkannya, dan untuk membersihkan wajah Islam dari kotoran-kotoran yang melekat kepadanya, sebagai akibat dari hiruk pikuk pikiran manusia. Aku adalah Mujaddid abad ke 14 Hijriyah ini. (Surat Selebaran, tahun 1885 )

Aku berkeyakinan teguh bahwa Nabi kita Muhammad s.a.w. adalah Nabi terakhir dan sesudah beliau tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi, baik Nabi lama maupun Nabi baru.” (Nishan-i-Asmani, hal 28 )

Deklarasi Sumpah Hadrat Maulana Muhammad Ali, Amir pertama Gerakan Ahmadiyah Lahore:

“Aku, Muhammad Ali, Amir Gerakan Ahmadiyah Lahore, bersumpah Demi Allah bahwa keyakinan saya adalah, Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Mujaddid dan Al-Masih, dan bukan seorang nabi, dan seseorang yang tidak mempercayainya tidak kafir dan tidak keluar dari Islam; hal ini juga merupakan keyakinan Hadrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri. ‘Wahai Allah’, bila saya telah berdusta atas nama Mu, kirimkanlah kepadaku Azab yang sangat berat biar dunia melihat betapa mengerikan dan menakutkannya Azab Ilahi kepada orang yang berdusta atas nama Mu” (Dikutip dari Iqra A Souvenir Megazine, hal 34, 1985)

”Nabi Suci Muhammad saw. bersabda bahwa sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini pada permulaan tiap abad orang yang akan memperbaharui agamanya baginya”. (H.r. Abu Daud dari Abu Hurairah r.a)

Apakah Ahmadiyah itu?

Berdasarkan Hadits sahih di atas, Allah SWT. pada tiap-tiap permulaan abad membangkitkan seorang Mujadid atau orang yang memperbaharui agama di dalam Islam. Pembaharuan mereka itulah yang disebut gerakan pembaharuan di dalam Islam. Pada zaman akhir ini gerakan itu bernama Ahmadiyah. Jadi Ahmadiyah adalah Gerakan Pembaharuan di dalam Islam.

Ahmadiyah didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani, Mujadid abad 14 Hijriah yang bergelar Almasih dan Mahdi, berdasarkan ilham dari Allah SWT. yang beliau terima pada tanggal 1 Desember 1888. Pada saat ini Ahmadiyah tersebar di seluruh dunia.

Ahmadiyah berjuang hanya untuk membela dan menyiarkan Islam melalui lima cabang kegiatan dakwah Islam yang telah digariskan oleh Mujadid dalam kitab Fathi Islam (1893), yaitu:

  • Menyusun karangan-karangan atau buku-buku dan menerbitkannya,
  • Menyiarkan brosur-brosur dan maklumat-maklumat yang dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi,
  • Komunikasi langsung dengan kunjung-mengunjung, mengadakan ceramah-ceramah dan majelis taklim,
  • Korespondesi dengan mereka yang mencari atau menolak kebenaran Islam,
  • Bai’at.

Dua Golongan Ahmadiyah

Setelah pendiri Gerakan Ahmadiyah wafat (26 Mei 1908), Gerakan Ahmadiyah dipimpin oleh Shadr Anjuman Ahmadiyah yang diketuai oleh Maulvi Hakim Nuruddin. Setelah beliau wafat pada tanggal 13 Maret 1914, Shadr Anjuman Ahmadiyah dipimpin oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, putra pendiri Gerakan Ahmadiyah. Beberapa saat setelah ia terpilih, timbullah perbedaan pendapat yang penting dan mendasar. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berpendapat bahwa:

  • Masih Mau’ud itu betul-betul Nabi
  • Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur’an Suci 61:6
  • Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (Ainai Sadaqat, Hal 35)

Pendapat tersebut yang menyebabkan terjadinya perpecahan dalam Ahmadiyah. Mereka yang setuju terhadap pendapat tersebut dikenal sebagai Ahmadiyah Qadian, karena pusatnya di Qadian, India tetapi setelah Pakistan dan India merdeka pindah ke Rabwah sampai sekarang, meskipun Khalifahnya berada di Inggris. Kemudian mereka menyebut dirinya sebagai Jemaah Ahmadiyah.

Sedangkan mereka yang tak setuju terhadap pendapat tersebut tergabung dalam Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam (Ahmadiyah, Gerakan Penyiaran Islam) yang berpusat di Lahore dan dikenal sebagai Ahmadiyah Lahore yang pada saat itu dipimpin oleh Maulana Muhammad Ali, M.A., LL.B., sekretaris Almarhum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Menurut Ahmadiyah Lahore :

  • Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi, dia adalah seorang Mujaddid.
  • Ahmad dalam Al-Qur’an adalah Nabi suci Muhammad saw.
  • Kaum Muslimin yang tidak bai’at kepada beliau tidaklah kafir.

Ahmadiyah Qadian dan Lahore

Terdapat dua kelompok Ahmadiyah. Keduanya sama-sama mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Isa al Masih yang telah dijanjikan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi dua kelompok tersebut memiliki perbedaan prinsip:

  • Ahmadiyah Qadian, di Indonesia dikenal dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (berpusat di Bogor, yakni kelompok yang mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang mujaddid (pembaharu) dan seorang nabi.
  • Ahmadiyah Lahore, di Indonesia dikenal dengan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (berpusat di Yogyakarta). Secara umum kelompok ini tidak menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, melainkan hanya sekedar mujaddid dari ajaran Islam.

Selengkapnya, Ahmadiyah Lahore mempunyai keyakinan bahwa mereka:

  • Percaya pada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum dalam al Quran dan Hadits, dan percaya pada semua perkara agama yang telah disetujui oleh para ulama salaf dan ahlus-sunnah wal-jama’ah, dan yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir.
  • Nabi Muhammad SAW adalah khatamun-nabiyyin. Sesudahnya tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.
  • Sesudah Nabi Muhammad SAW, malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwat kepada siapa pun.
  • Apabila malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat: walâkin rasûlillâhi wa khâtamun-nabiyyîn (QS 33:40), dan berarti membuka pintu khatamun-nubuwwat.
  • Sesudah Nabi Muhammad SAW silsilah wahyu nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah wahyu walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlak umat tetap cerah dan segar.
  • Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa di dalam umat ini tetap akan datang auliya Allah, para mujaddid dan para muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.
  • Mirza Ghulam Ahmad adalah mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi, tetapi berkedudukan sebagai mujaddid.
  • Percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir.
  • Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, dia tidak boleh disebut kafir. Mungkin dia bisa salah, akan tetapi seseorang dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir.
  • Ahmadiyah Lahore berpendapat bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah pelayan dan pengemban misi Nabi Muhammad SAW

Kontroversi ajaran Ahmadiyah

Menurut sudut pandang umum umat Islam, ajaran Ahmadiyah (Qadian) dianggap melenceng dari ajaran Islam sebenarnya karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi yaitu Isa al Masih dan Imam Mahdi, hal yang bertentangan dengan pandangan umumnya kaum muslim yang mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir walaupun masih menunggu kedatangan Isa al Masih dan Imam Mahdi.

Perbedaan Ahmadiyah dengan kaum Muslim pada umumnya adalah karena Ahmadiyah menganggap bahwa Isa al Masih dan Imam Mahdi telah datang ke dunia ini seperti yang telah dinubuwwatkan Nabi Muhammad SAW. Namun umat Islam pada umumnya mempercayai bahwa Isa al Masih dan Imam Mahdi belum turun ke dunia. Sedangkan permasalahan-permasalahan selain itu adalah perbedaan penafsiran ayat-ayat al Quran saja.

Sedangkan Ahmadiyah Lahore mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah mujaddid dan tidak disetarakan dengan posisi nabi, sesuai keterangan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (Ahmadiyah Lahore) untuk Indonesia yang berpusat di Yogyakarta.

Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI)

Faham Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam atau Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia pada tahun 1924 dengan perantaraan dua muballigh, Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad. Berkat rahmat Allah, pada tanggal 10 Desember 1928 Gerakan Ahmadiyah Indonesia (sentrum Lahore) didirikan oleh Bapak R.Ng.H.Minhadjurrahman Djajasugita dkk. yang mendapat Badan Hukum Nomor 1X tanggal 30 April 1930.

Dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya, GAI telah menerbitkan puluhan judul buku-buku agama dalam bahasa Belanda, Jawa dan Indonesia serta majalah-majalah. Di samping itu telah pula melahirkan Yayasan Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) di Yogyakarta dan di berbagai daerah, yang menyelenggarakan pendidikan (sekolah) mulai tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan Tinggi.

Info ini hanya sebagai pandangan kita tentang Ahmadiyah, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil tindakan. Mungkin ada yang punya tambahan info atau pandangan lain ?

Link referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah
http://studiislam.wordpress.com/gerakan-ahmadiyah-indonesia/


Actions

Information

One response

8 08 2008
azar

Kita sependapat mas, seharusnya kita kaum muslimin diindonesia ini malu dengan apa-apa yang telah diperbuat oleh Kaum Ahmadiyah mereka telah beramal berbuat yang terbaik untuk Islam, prstasi2nya itu harus diakui, pola pikir yng dikembangkan itu membangunkan semangat dan jiwa Islam kita untuk terus berjihad di Jalan Allah dengan Al Quran bukan dengan pedang, Astaghfirullah Al Azim, sebagian ummat yang tidak sejalan justru membakar mesjid rumah Allah saudaranya sendiri semntara Pada Waktu Islam Mendapatkan kemenangan pada masa lalu semua rumah ibadah (gereja, kanisah dan rumah2 ibadah yang lain) itu dilindungi oleh tentara Islam, betapa luhurnya mereka nah generasi penerusnya justru sebaliknya. Sikap2 anarkhis seperti ini tercipta karena adanya pola pikir yang sempit dan jumut mengabaikan ajaran luhur dari Agama Islam yang menjujung tinggi toleransi dalam beragama/keyakinan dan akidah, katakanlah ada satu golongan yang terlampau ekstrim menyimpang tetapi sepanjang itu hanya penafsiran dan tidak merubah prinsip2 pokok dalam Islam ini hemat saya wajar2 saja.
Persepsi musuh islam harus diubah karena musuh islam itu bukan manusia diluar kita tetap musuh islam yang nyata2 adalah pada diri sendiri,kalau kita melihat musuh islam itu diluar kita maka kita akan kecewa, berapa banyak ummat islam yang bisa shalat di Mesjid setiap hari? jika kita membandingkan dengan diri kita yang setiap hari sahalat ke mesjid dan kita melirik ketetangga muslim disekitar kita yang tenang2 dirumah saja maka yang muncul adalah rasa frustasi dan dendam bahkan menghujad keimanan kaum muslim yang tak bershalat di Mesjid. Ulamanyanya berkoar-koar seolah-olah dirinya yang paling suci dan murni memahami islam tetapi sikapnya bak para pendeta2 jahudi yang menolak kedatangan Isa Al Masih dan malah menyalibnya.
Ahmadiyah Qadiyan dan Lahore adalah Gerakan Pembaharuan dan Rohani dalam Islam yang ajaranya bersumber dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad hanya pendekatan pemahamanya saja yang berbeda Ahmadiay Qadiayan menafsirkan terlampau ekstrim akan istilah kenabian yang diucapkan oleh Pendirinya , Sedangkan Ahmadiayah Lahore menafsirkan pendirinya adalah Mujaddid biasa yang muncul setiap 1 abad sebagaimana mujaddid yang lain dimana mujaddid2 ini memang utusan Allah yang bertugas menjaga dan melindungi Islam agar tetap pada kesuciannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: