Pengaruh Pornografi pada Otak Anak

1 07 2009

images
“Aduh, Mbak !!! Teman anak saya yang besar (kelas 6 SD, perempuan-pen) bawa video porno di HPnya.” cerita seorang teman suatu hari.
Saya terkejut sekaligus miris. Pornografi sudah jadi konsumsi anak SD ! Bahkan kelas 1 SD !
“Jadi bagaimana, Mbak?” tanya saya.
“Yah mau bagaimana lagi? Sudah telanjur” Jawab teman saya pasrah. Gubrak!!! Masya Allah!

Pornografi pada anak usia sekolah dasar sebenarnya bukanlah berita baru. Sebelumnya di tahun 2008 Yayasan Kita dan Buah Hati sudah melakukan survey pada 1.625 siswa kelas 4-6 sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Pada survey ini terungkap bahwa 66 % dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 % di antaranya lewat komik, 18 % melalui games, 16 % lewat situs porno, 14 % melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah dan koran.

Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27%), terbawa teman (10%), takut dibilang kuper (4%). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36%), rumah teman (12%), warung internet (18%), rental (3%).
Hasil survey ini sanggup membuat saya merinding.

Sebenarnya seberapa besar pengaruh pornografi terhadap otak anak?

Hari Jum’at lalu (10/04) di TVRI dalam acara Untukmu Ibu Indonesia, Dr Adre Mayza Sp.S(K) dan Ibu Elly Risman menjelaskan bahwa akibat dari pornografi pada otak anak adalah:

  1. Bagian depan otak yang mengatur gerak dan perilaku akan menyusut. Bisa berpengaruh pada berkurangnya rasa tanggung jawab.
  2. Neuron transmitter, yakni bagian otak yang mengontrol pada kesenangan, bekerja berlebihan. Pada saat dewasa mereka akan berperilaku hanya berdasarkan kesenangan saja, sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.
  3. Ketidakmampuan mengontrol batasan perilaku, akibatnya kecendrungan untuk mudah depresi lebih besar.
  4. Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang wanita sebagai objek seksual saja.
  5. Ada kemungkinan melakukan kekerasan seksual dan phedophilia.

Singkatnya Bu Elly Risman mengatakan bahwa jika narkoba menyebabkan 3 syaraf otak rusak, maka pornografi menyebabkan 5 syaraf otak yang rusak!

Sumber : http://sheilabanun.blogspot.com/2009/04/pengaruh-pornografi-pada-otak-anak.html

About these ads

Actions

Information

9 responses

1 07 2009
rudisony

waduuh, berbahaya sekali pengaruhnya bagi anak-anak, melebihi bahaya narkoba

5 07 2009
arlest85

Yo para kolektor !!! Waspadai peredarannya, anak sekarang lebih canggih. Proteksi dan kurangi peredarannya. Mulai dari diri sendiri :p , keluarga :’( dan mulai sekarang.

27 12 2009
cut bulan

wah bahaya banget tuch kalau anak2 gitu jadi peran kita sbg ortu harus lebih ekstra lagi dalam mengawasi anak2!! ajak anak membuat aktifitas yang positif sehingga dia bisa melakukan kegiatan yang disukai sehingga dia bisa mengaplikasikannya dimana pun dia berada!!!!

7 01 2010
dwi

Betul …
Lebih baik share dengan anak, daripada dikekang. Diberi pengetahuan bahwa aurat yang terjaga dapat meningkatkan derajat seorang manusia. Kn buku yang terbungkus rapi “sejak awal” lebih disukai u dibeli dan dimiliki daripada yang terbuka, walaupun isinya juga harus dipertimbangkan. Supaya tidak salah pilih.
Qt ingat prinsip salah saat muda dulu : Peraturan dibuat u dilanggar :) hehehe

28 12 2009
Luthfi3

Kasih juga doNg kek mana.jl kLuar’y untUk mengurangi nafsu seks.

7 01 2010
dwi

Nafsu muncul karena ada penyebabnya kn ??
Kn kita di bekali akal untuk memilih terseret oleh nafsu atau mengendalikannya agar tidak menimbulkan mudhorat (keburukan).
Memang susah menghindarkan diri dari pandangan (yang tidak jelas :) di zaman sekarang. Istilahnya : Promosi diri :p
Bukan membenci sih … cuma mendo’akan semoga anak-cucunya tidak mengikuti tingkah laku yang membahayakan bagi kaum laki.
hehehe …

8 06 2010
dyah sulistya

mohon copy paste ya… terimakasih

10 06 2012
atep

harus diberantas.. klo tdk bgamn nsib gnrasi ank2 kta

25 08 2012
Fatih Naufal Muhammad

Anehnya kenapa sekarang anak2 menganggap pornografi di anggap sebagai gurauwan/lelucon.
Bila ada kesalahan mohon di maklum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: